KENALI DAHULU PENYEBAB PENYAKIT PADA TANAMAN CABAI

 

KENALI DAHULU PENYEBAB PENYAKIT PADA CABAI

 

ANTRAKNOSA dan FUSARIUM, dua nama ini tidak asing lagi bagi para Sahabat Tani khususnya petani cabai. Dua nama tersebut menjadi momok bagi para petani karena penyakit ini disebut tidak ada obatnya. Jika penyakit ini datang, yang selalu disalahkan adalah alam yang tidak bersahabat.

 

Tetapi pernahkah para Sahabat Tani analisa kembali, “Mengapa penyakit ini datang pada saat-saat tertentu ?”

 

Melalui tulisan ini, penulis mencoba memberikan solusi bukan mengajari para Sahabat Tani yang lebih berpengalaman.

 

Apa yang menyebabkan ANTRAKNOSA dan FUSARIUM begitu mudah menyerang tanaman cabai ?

 

Di sini penulis mencoba memberikan solusi bagi para Sahabat Tani.

 

Penyebab ANTRAKNOSA dan FUSARIUM menyerang tananam cabai :

1.Kelembaban/ kadar air dalam tanah tinggi dan tanah yang drainasenya kurang bagus.
2.Kadar Nitrogen yang tinggi dalam tanah
3.Pengolahan lahan yang salah dari awal
4.Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan
5.Penetralisasi tanah setelah panen / saat akan memulai penanaman
6.pH tanah yang rendah. Jika pH tanah bagus permasalahannya berada pada ketidakmampuan akar untuk berkembang dan bertahan dari kelembaban
7.Pastikan pupuk kandang yang dipergunakan telah difermentasikan dengan benar.

Solusi bagi penyakit ANTRAKNOSA dan FUSARIUM :

 

1.Pengolahan lahan yang benar.

       Lakukan pengapuran lahan secara menyeluruh dan benar mengikuti kebutuhan tanah. Ingat tanah yang sehat merupakan media tanam bagi semua tanaman.

Bagi lahan yang sudah pernah terserang kedua penyakit di atas. Lakukan pengapuran menggunakan Dolomit yang halus (tidak mengandung butiran) kehalusan 100 mesh. 

 Kebutuhan dolomit halus untuk lahan yang sudah/pernah terserang kedua penyakit di atas adalah sebanyak 2.000 kg/hektar.

 

 

   2. Lakukan pengapuran menggunakan kapur Calcium Carbonate (CaCO3) kemudian dilanjutkan dengan pencampuran pupuk kendang saat membuat bedengan (Kedua bahan tersebut dapat dicampur saat pembuatan bedeng) sebelum penutupan bedengan dengan mulsa. Kebutuhan CaCO3 adalah 1.000 kg/hektar.
 
3.Jika curah hujan besar atau kelembaban tanah tinggi, segera lakukan penaburan kapur Calcium Carbonate (CaCO3). Hal ini bertujuan untuk menguatkan akar tanaman cabai agar tidak membusuk dan membantu penumbuhan akar halus.

     Para Sahabat Tani tidak perlu kuatir penggunaan kapur Calcium Carbonate 

    (CaCO3) yang berlebihan menyebabkan tanaman rusak dan mati.

     Sangat di anjurkan para Sahabat Tani untuk menyimpan kapur Calcium Carbonate 

    (CaCO3)untuk dipergunakan saat curah hujan dan kelembaban tinggi.


 

Kapur Calcium Carbonate (CaCO3) diproduksi dari bahan alam tanpa pencampuran bahan kimia sehingga aman bagi tanah dan tanaman.

Sekali lagi, melalui tulisan ini, penulis mencoba memberikan solusi bukan mengajari para Sahabat Tani yang lebih berpengalaman. Penulis merupakan seorang marketing dan bagian pembenahan tanah.

Salam Sejahtera bagi para sahabat Tani dan semoga sukses.

 

Info dan Pemasaran : 085265918610

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN PERNAH LENGAH DAN SEPELE