JANGAN PERNAH LENGAH DAN SEPELE

 

JANGAN PERNAH LENGAH DAN SEPELE

 

Salam Tani buat para Sahabat Tani Indonesia.

 

Pertanian  merupakan pilar paling utama ketahanan suatu negara.

Ketahanan pangan suatu negara tidak lepas dari suksesnya dan keberhasilan petani dalam mengolah serta menghasilkan kebutuhan hidup untuk orang banyak.

 

Lahan pertanian merupakan pilar utama dalam ketahanan pangan suatu negara.

Kesuburan dan pengolahan lahan pertanian menentukan kesejahteraan petani

 

Pengolahan lahan secara asal dan terburu-buru akan menimbulkan resiko dan serta kerugian bagi para petani.

Kita sering melihat dan mendengar keluhan dari para teman-teman petani tentang :

1.tanaman yang baru ditanam bermasalah
2.tanaman yang tiba-tiba berhenti berbuah
3.penyakit yang menyerang tanaman  
4.Penyakit yang menyerang buah menjelang panen.
 

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, banyak ditemukan petani yang meng-anggap sepele hal-hal dasar dalam pengolahan lahan.

Padahal tahap-tahap dalam mempersiapkan lahan siap tanam telah di ajarkan orang-orang tua kita sebelumnya.

Terkadang kita beranggapan tehnik modern saat ini lebih menguntungkan dan efektif. Tapi kita tidak melihat dan pelajari tehnik modern yang efisien harus diterapkan pada waktu atau saat kapan.

 

Dalam hal ini, penulis tidak bermaksud mengajari teman-teman petani dalam hal pertanian. Di mana teman-teman lebih mengerti. Melalui tulisan ini penulis mengajak teman-teman Petani untuk memahami dan bersahabat dengan alam,“Kita memahami alam, alam menjaga kita.”

 

Tahap dasar dan paling penting dalam pertanian adalah persiapan lahan pertanian.

 

Persiapan lahan pertanian :

 

1.Jangan pernah menebang pohon-pohon pelindung yang ada di sekeling dan tengah lahan.

   Tujuannya sebagai pelindung dan mencegah erosi/ longsor pada tanah pertanian serta membantu penyaluran udara yang mencukupi bagi lahan pertanian.

 

2. Bersihkan lahan yang disiapkan dari akar-akar pohon atau rumput, yang mana nantinya akan mengganggu pertumbuhan tanaman.

 

3.Irigasi / dranise yang berfungsi sebagai tempat penyaluran dan pembuangan air
 
4.Penggemburan/ pengolahan lahan

   Setelah tanah di olah atau gembur dilakukan proses pengapuran lahan menggunakan kapur jenis DOLOMITE (yang mengandung MgO 18 -22% & CaO ± 30%) tujuannya untuk meningkatkan pH tanah,mematikan bakteri, jamur atau patogen serta menurunkan kadar Nitrogen dalam tanah. Proses ini harus sabar karena membutuhkan waktu 6 bulan untuk lahan yang baru dibuka

 

5.Lakukan pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang yang sudah matang.
 
6.Pembuatan teras, bedengan atau jalur tanam
 
7. 2 minggu menjelang tanam, lakukan pengapuran sekali lagi menggunakan Calcium Carbonate (CaCO3)

    Tujuannya untuk memberikan keseimbangan perkembangan akar saat bibit masuk ke lubang tanam dan membantu serta menjaga pertumbuhan akar halus, batang dan daun.

 

8. Hindari pemupukan menggunakan pupuk kimia secara berlebihan. Pupuk kimia yang berlebihan akan mengakibatkan kadar Nitrogen dalam tanah meningkat , bakteri dan jamur akan berkembang dengan pesat.

 

Bagi sebagian orang pengapuran lahan hanya dilakukan secara asal," yang penting lahan sudah dikapur , ntar dikasih pupuk ini dan itu sudah bagus." Ingat orang tua kita dulu menggunakan abu bekas pembakaran tungku sebagai bahan dasar pengapuran.


Kiranya pemikiran dan masukan ini bermanfaat bagi para teman-teman Petani. Jika ada dalam tulisan ini yang salah dan menyinggung teman-teman petani, mohon dimaafkan.


Semoga pertanian dan kesejahteraan para Petani Indonesia terus meningkat. Tuhan memberkati.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENALI DAHULU PENYEBAB PENYAKIT PADA TANAMAN CABAI